Kapolsek Jenar Bersama Tim Inafis Polres Sragen Lakukan Olah TKP Korban Gantung Diri

tribratanews-polressragen.id, Polres Sragen – YATIN, Laki – laki kelahiran, 8 September 1938 warga Dk. Margomulyo Rt.10 Ds. Jenar Kec. Jenar, Kab. Sragen. Mengakiri hidup dengan gantung diri kemarin pagi sekira pukul 03.00 wib. Rabu (18/11/2020).

Setelah mendengar informasi telah terjadi orang meninggal dunia akibat gantung diri, Kapolsek Jenar Polres Sragen Polda Jawa Tengah Iptu Suparjono, S.H bersama Kanit Reskrim Bripka Imroni, S.H dan 7 personel Polsek Jenar, dibantu Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Sragen serta Tim medis dari Puskesmas Jenar langsung menuju ke TKP untuk melakukan identifikasi korban.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Sido Mulyono (61) yang juga keponakan korban. Awalnya sekira pukul 06.30 Wib Sdr. sido berniat mengantarkan makan pagi untuk korban dilahan tebu miliknya, namun ternyata korban tidak berada dilahan tersebut kemudian Sdr. Sido mendatangi rumah korban dan mendapati korban dalam posisi menggantung di blandar teras depan rumahnya dengan menggunakan sebuah selendang, selanjutnya Sdr. Sido meminta tolong tetangganya untuk melapor kepada Kepolisian.

Selanjutnya warga menghubungi pihak dari kepolisian, tidak lama berselang, petugas dari Polsek Jenar, Tim Inafis Polres Sragen dan petugas Medis dari Puskesmas Jenar tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengefakuasi korban dilanjutkan pemeriksaan jenazah korban.

“Menurut informasi dari keluarga, korban tidak mempunyai permasalahan apapun, namun pernah bercerita kepada tetangganya bahwa korban sering bermimpi diajak pergi oleh mendiang Istrinya yang telah meninggal dunia sekitar 6 tahun lalu,” terang Iptu Suparjono, S.H.

Kapolres Sragen AKBP Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, S.H, S.I.K, M.Si melalui Kasubag Humas Iptu Suwarso, S.H menyampaikan hasil pemeriksaan jenarzah tersebut. “Dari hasil olah TKP petugas tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh korban, diperkirakan meninggal sekira pukul 03.00 Wib karena sudah ada kaku mayat,”ujarnya.

Sementara Itu, Sumanto (54) menantu korban mewakili keluarga telah mengiklaskan kepergian korban dan meminta agar jenazah tidak diotopsi.

“Saya mewakili keluarga korban sudah mengikhlaskan menerima kematian korban sebagai musibah dan meminta jenazah agar tidak dilakukan otopsi dan tidak akan menuntut kepada siapapun atas meninggalnya korban,” terangnya.

Ali Harahap Zld

(Humas Polsek Jenar Polres Sragen)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*